Unimus | Sabtu, 05 Mei 2018. Upaya untuk meningkatkan Program Unggulan yang akan diunggulkan selama Kuliah Kerja Nyata (KKN) Muhammadiyah V berlangsung di Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) menyelenggarakan “Sosialisasi dan Pembekalan Program Unggulan KKN Muhammadiyah untuk Negeri Tahun 2018.”. Kegiatan tersebut diikuti oleh 57 (lima puluh tujuh) mahasiswa peserta KKN Muhammadiyah V dari beberapa Fakultas dari Unimus, dimaksudkan agar nantinya program yang diunggulkan oleh mahasiswa/i dari Unimus dapat menjadi acuan dan dapat bersaing secara sehat pada kegiatan yang berlangsung selama 35 (tiga puluh lima) hari tersebut.

Kabid Pengabmas dan KKN, Herlisa Anggraini, SKM, M.Si.Med, menjelaskan secara singkat namun terperinci tentang pentingnya KKN Muhammadiyah. Dalam sambutannya beliau mengatakan “KKN Muhammadiyah bukan hanya diikuti oleh ke-57 mahasiswa dari kita (Unimus) saja, melainkan beberapa PTMA (Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan Aisyiah) di seluruh Indonesia, termasuk Universitas Ahmad Dahlan. Jadi keorganisasian kalian akan sangat bermanfaat untuk kedepannya,”.

Dr. Siti Aminah, S.TP., M.Si, sebagai perwakilan Ketua LPPM, menyampaikan dalam sambutannya “Salah satu tujuan dari adanya KKN Muhammadiyah adalah untuk membentuk kader Muhammadiyah yang peduli pada lingkungan sekitar namun tetap berpegang teguh pada bidang disiplin ilmu dan syariah agama. Sebagai yang membawa nama almamater, kalian wajib menajaga nama baik Unimus dan memberikan hal positif, bukan hanya untuk pribadi, namun untuk wajah Indonesia.” Selain itu, beliau menjelaskan tujuan utama dari adanya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN), yaitu :

  • Melaksanakan kurikulum: KKN-PPM;
  • Implementasi IPTEKS secara Teamwork Interdispliner yang berbasis masalah dan SDA;
  • Meningkatkan empati dan kepekaan sosial kemasyarakatan dan lingkungan;
  • Meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pengambilan keputusan dan mengembangkan inovasi yang tepat berdasarkan analisis ilmiah;
  • Menjadi tools penanganan maslah pembangunan masyarakat;
  • Peningkatan kemampuan komunikasi, jejaring kerjasama;
  • Membangun saling silaturahmi antar Perguruan Tinggi Muhammadiyah seluruh Indonesia dengan Pemerintah Daerah;
  • Memperdalam pengertian dan penghayatan mahasiswa tentang cara berpikir dan berkerja interdisipliner; dan
  • Memberikan keterampilan mahasiswa maupun masyarakat dalam menyusun, merencanakan, maupun melaksanakan program-program pengembangan dan pembangunan.

“Selain itu, pilar-pilar KKN juga harus kalian miliki dan terapkan dalam keseharian, yaitu : Keilmuan, Keagamaan, Seni dan Olahraga, serta Kegiatan Tematik dan Non-Tematik,” lanjutnya.

Diharapkan dengan adanya sosialisasi ini, mahasiswa sudah benar-benar siap untuk diterjunkan di lapangan selama kegiatan KKN Muhammadiyah berlangsung. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *